Blogger Widgets TENTANG MANAJEMEN: TEORI PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Friday, November 22, 2013

TEORI PENGAMBILAN KEPUTUSAN

         Teori diciptakan bukan menjadi patokan bagi kita dalam menyelesaikan permasalahan, teori diciptakan sebagai pedoman bagi kita dalam menghadapi permasalahan yang ada pada diri dan lebih luas pada suatu perusahaan sehingga kita dapat mengambil keputusan dalam menyelesaikan permasalahan sehingga permasalahan yang kita hadapi dapat terselesaikan dan tidak menjadikan permasalahan menjadi lebih luas kesegala bidang.
          Pengambilan keputusan adalah serangkaian aktivitas yang dilakukan oleh seseorang dalam usaha memecahkan permasalahan yang sedang dihadapi kemudian menetapkan berbagai alternatif yang dianggap paling rasional dan sesuai dengan lingkungan organisasi. Jadi, mengambil keputusan berarti memilih dan menetapkan satu alternatif yang di hadapi. alternatif yang ditetapkan merupakan keputusan. Kualitas keputusan yang diambil tersebut merupakan standar dan efektivitas mereka.
             Teori keputusan berakar kuat dalam bidang statistika dan ilmu perilaku serta memiliki tujuan sebagai pengambil keputusan dalam ilmu tersebut bukan hanya sebagai kiat saja. Pada pertengahan abad 20-an, para ahli peneliti operasional ahli stastika, ahli komputer, dan ahli perilaku berusaha mengidentifikasi elemen dalam pengambilan keputusan. Hal ini dapat menjadi kerangka kerja bagi manajer sebagai pengambil keputusan untuk memungkinkan mereka secara lebih efektif menganalisis lingkungan yang rumit serta mengandung berbagai macam alternatif serta konsekuensi yang mungkin.
          Herbert A. Simon (1980: 5-6) telah mengembangkan klasifikasi jenis keputusan yang berbeda, yaitu keputusan yang berbeda, yaitu keputusan yang diprogram (programmed decision) dan keputusan yang tidak diprogram (non programmed decisions).
  1. Keputusan yang Diprogram (programmed Decision)
           Keputusan dapat diprogramkan sejauh keputusan tersebut berulang dan rutin serta telah dikembangkan prosedur tertentu untuk menanganinya. Manajer dari sebagian besar organisasi sering menghadapi beberapa keputusan yang diprogramkan dalam pekerjaannya secara rutin. Keputusan tersebut harus dilakukan tanpa mengeluarkan sumber daya organisasi yang kurang perlu. Secara trasdisional, keputusan yang diprogram telah ditangani dengan norma, prosedur kerja yang baku, dan struktur organisasi yang mengembangkan prosedur spesifikasi untuk menanganinya.

      2.  Keputusan yang tidak Diprogram (Nonprogrammed Decision)
           Suatu keputusan tidak diprogram manakala keputusan tersebut baru dan tidak tersusun. Oleh karena keputusan tersebut memiliki karakteristik demikian maka tidak ada prosedur yang pasti untuk menangani permasalahan. Hal itu disebabkan tidak timbul dengan cara yang persis sama dengan sebelumnya atau karena permasalahan tersebut rumit atau bahkan luar biasa urgensinya sehingga keputusan tersebut memerlukan manajemen yang spesifik. Namun, manajemen modern belum bayak kemajuan dalam meningkatkan pengambilan keputusan yang tidak diprogram dibandingkan dengan kemajuan dalam pengambilan keputusan yang diprogram.
           Perhatian utama manajemen puncak (top management) hendaknya dipusatkan pada keputusan yang tidak diprogram, Manajemen hierarki tengah (midle management) memusatkan perhatian mereka sebagian besar pada keputusan yang diprogram, meskipun dalam beberapa hal manajemen hierarki pertama (lower management) memusatkan perhatian pada keputusan yang diprogram. karena hirarki pertama lebih banyak bertanggung jawab pada pengoperasian rencana yang telah ditetapkan dan aktivitasnya lebih banyak bersifat teknis.


1 comment:

  1. Casino-King - MapyRO
    Casino-King. Location : 2121 S Route 제천 출장안마 50, Orange 창원 출장안마 County, California 9063. Directions 수원 출장안마 : 원주 출장샵 (760) 751-7400. Casino-King. Location :. 포천 출장마사지

    ReplyDelete